Anda Wajib Membawa 5 Barang Ini Saat Menjalankan Aktivitas New Regular

Di tengah pandemi COVID-19 di period new normal untuk berwisata di Bali tentu penginapan merupakan sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Untuk itu progam staycation menjadi solusi untuk berlibur aman dari COVID-19 di Bali. Raka Jisnu mengatakan, masyarakat diharapkan tetap bisa menjalankan aktivitas normal sehari-hari dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.

Namun, semua aktivitas tersebut harus dijalani dengan mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan virus corona. Diharapkan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan, warga akan lebih siap menuju gaya hidup di era new normal. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio yang menjadi keynote speaker mengatakan syarat utama untuk kembali menghidupkan sektor pariwisata adalah dengan menjalankan protokol kesehatan. Menurutnya, pemerintah daerah sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan sangat baik.

Tidak tertinggal untuk di Kementerian Agama Kabupaten Gianyar yang dimulai hari ini tertanggal 5 Juni 2020 sudah melaksanakan tugas sebagai pelayanan masyarakat yang tentunya menjalankan protokol kesehatan. Dilaksanakan pengaturan tatanan kehidupan period baru dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik adalah untuk memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi berjalan efektif dalam mencapai kinerja instansi. Saat ini, ITDC telah menjalankan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 secara ketat untuk melindungi karyawan, mitra bisnis, wisatawan dan pemangku kepentingan lain yang berada di kawasan yang dikelola ITDC dari potensi risiko terinfeksi yang dapat mengancam kesehatan mereka. Meski Perusahaan menerapkan kebijakan Work From Home bagi sebagian besar karyawan, namun sebagian karyawan yang lain tetap bekerja di lapangan yaitu di proyek konstruksi, khususnya di kawasan The Mandalika. Pitriyou Kader PC KMHDI Denpasar menegaskan, ketika Bali masuk dalam fase new normal Game Slot Online, peran dan intervensi pemerintah baik itu pusat ataupun daerah Bali sangat diperlukan.

“Tidak boleh ada yang turun, kalau turun pemerintah memberikan sanksi yang jelas,” cetusnya. Serikat pekerja pariwisata kata dia dengan senang hati bisa mengikuti standar new normal. “Justru kita menginginkan pekerjaan kita bisa dikerjakan apapun standarnya akan kita lakukan,” tegas Satyawira. Gubernur tidak khawatir adanya beberapa pengusaha yang meninggalkan Bali karena pandemi ini. “Jika pariwisata sudah mulai dibuka, kami yakin para pengusaha itu akan balik kembali buka usaha berbisnis di sini. “Berbagai survei di dalam negeri dan luar negeri menunjukkan bahwa Bali merupakan destinasi wisata favorit yang akan dikunjungi setelah era regular baru dijalankan di dalam negeri dan luar negeri,” katanya.

Sementara untuk sektor pendidikan belum diizinkan karena masih menunggu kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di sisi lain, dokter forensic RSUD Buleleng dr. Clarisa Salim juga mengharapkan jawaban terkait penegasan tata laksana penanganan jenasah Covid-19. Karena di lapangan masih belum tersosialisasi dengan baik tata cara penanganan jenasah Covid-19. Dimana masih ada kerancuan terhadap aturan penanganan jenasah Covid-19 tersebut. “Kami ingin agar semua komponen masyarakat diberikan pencerahan terkait hal itu. Sehingga kita sebagai petugas lapangan tidak ragu lagi melaksanakan tugas untuk menjalankan proses pemulasaraan jenasah pasien Covid-19”, katanya.

Gubernur Koster dengan tegas menyampaikan tidak akan terburu membuka pariwisata, mengingat trend positif Covid-19 di Bali yang terus melonjak. Namun, mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, kita harus tetap menerapkan langkah pencegahan dasar kapan pun dan di mana pun kita berada. Dikutip dari Kompas dan situs Covid 19 RI, penggunaan platform layanan kesehatan digital sangat dianjurkan agar tetap dapat mengikuti protokol kesehatan yang dirilis oleh pemerintah. Sebelum mengunjungi Bali di masa New Normal ini, pastikan anda siap dengan perjalanan anda.

Bali menjalankan New Normal

Bali – Kementerian Perhubungan mendukung pariwisata Bali dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam bertransportasi. Dengan memakai celuluk atau topeng berwajah seram, diiringi gamelan, petugas mengajak pedagang menari sambil mengajak warga menjaga kesehatan selama masa pandemi virus corona (Covid-19). balitribune.co.id | Denpasar – Serikat pekerja pariwisata mengkhawatirkan apabila nantinya industri pariwisata dibuka saat era New Normal atau kenormalan baru dengan tatanan baru, akan terjadi perang harga di usaha akomodasi seperti resort dan villa. Apabila hal itu sampai terjadi maka mustahil pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelas akan terwujud. Demikian disampaikan Ketua PD FSP Par SPSI Bali, Putu Satyawira Marhaendra beberapa waktu lalu.

SHNet, Jakarta- Sektor pariwisata di Provinsi Bali mendeklarasilan diri siap menyambut wisatawan nusantara untuk kembali menikmati keindahan alam, budaya, dan seni pertunjukan di Pulau Dewata mulai 31 Juli 2020 dalam suasana adaptasi kebiasaan baru. “Namun untuk saat ini dibukanya destinasi tetap bergantung dari keputusan pemerintah,” kata Febrina. Di Nusa Dua juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung mulai dari akomodasi, amenitas, bahkan rumah sakit berskala internasional.

Untuk yang penasaran, per bulan Agustus,beberapa daerah di Bali sudah masuk ke zona hijau. Sampai hari ini artikel terbit, Bali sudah dibuka untuk semua turis domestik masuk ke Bali. Pada kesempatan yang sama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengapresiasi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali karena tetap optimistis dan berpikir positif untuk tetap membangun pariwisatanya ke depan.