Dampak Media Sosial Terhadap Ketahanan Nasional

Dari orang dewasa hingga anak-anak senang menghabiskan waktu dengan gawai karena banyak hal-hal menyenangkan yang bisa dilakukan, seperti bermain game atau menonton video. Supaya kegiatan berselancar di dunia maya tetap bermanfaat bagi tumbuh kembang anak, pilihkan permainan yang sesuai dengan usianya. Anak dapat belajar mengenai bentuk, warna, atau konsep besar dan kecil dengan cara yang menyenangkan.

Untuk itu, haruslah dipikirkan cara yang paling tepat untuk dapat mengelola sampah ini termasuk dalam pembuangan mulai dari tahap di rumah tangga sampai di tempat pembuangan terkahir. Atau juga bagaimana cara untuk mendaur ulang sampah agar masih dapat untuk dipergunakan kembali. Melalui kerjasama yang baik dan saling mendukung, tentu upaya memunculkan kesadaran budaya hidup sehat dan bersih akan tampak ringnan dan mudah diwujudkan dalam waktu singkat.

Pemakaian sosial media sebenarnya tidak apa-apa karena platform ini yang sering kita gunakan untuk bersosialisasi serta mendapatkan informasi. Media sosial ini sering digunakan masyarakat untuk mengunggah dan mendapatkan pengetahuan. Nah, dari sinilah kita seringkali mendapati konten-konten yang tujuannya menggiring opini publik. Bahkan dari konten tersebut dapat mengubah pola pikir mereka yang tadinya tidak setuju menjadi setuju dan sebaliknya.

Sosialmedia bisa menjadi hal buruk bagi manusia

Tidak jarang tugas-tugas di sekolah atau membuat mereka mau tidak mau mengakses web di smartphone mereka karena informasi yang mereka cari tidak ada di dalam buku pelajaran mereka. Bukankah memprovokasi atau memotivasi seseorang untuk mempertahankan hak dan harga dirinya, adalah hal yang mulia dan positif bagi orang yang tertindak dan terzalimi? Tetapi, itu menjadi negatif bagi yang menzalimi atau melakukan penindasan, ataukah akibat reaksi itu menimbulkan chaos dan merugikan mereka yang tidak terkait atau tidak berdosa. Smartcitizen tentunya mengenakan masker dan membawa hand sanitizer ketika sedang beraktivitas di luar. Menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk, serta mencuci tangan secara rutin sangatlah penting untuk menjaga kesehatan pribadi serta orang lain.

Sementara, nilai – nilai luhur bangsa dianggap sebagai nilai lama yang usang dan sudah tidak relevan dengan semangat reformasi yang sarat dengan semangat perubahan. Semangat perubahan telah diartikan secara hitam putih dan bahkan cenderung pragmatis tanpa memperhatikan dampak yang diakibatkannya. Pada hakikatnya Ketahanan Nasional merupakan kondisi sekaligus konsepsi pembangunan nasional dalam pencapaian tujuan dan cita – cita bangsa. Sebagai kondisi, Ketahanan Nasional merupakan kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan dan dibina secara dini, terus menerus, terpadu dan sinergis. Akibat buruk penggunaan sosial media yang terus menerus lainnya adalah peningkatan risiko depresi, insomnia, citra diri yang buruk, penurunan kepercayaan diri, gangguan kecemasan dan gangguan makan, hingga perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm). Semua resiko ini diduga kuat muncul sebagai wujud nyata dari kecenderungan alam bawah sadar kita yang jadi suka membandingkan diri dengan kehidupan orang lain sehingga tidak menikmati hidup.

Kalau ibu tidak ada, siapa yang layak ditunjuk dan diserahi tanggung jawab sebagai pengganti? Pertanyaan ini menjadi terasa lebih bermakna karena ayah tak juga menjadi surut dari kegiatannya di luar rumah, bahkan cenderung meningkat seiring dengan tuntutan kehidupan abad 21. Nah, kalau ayah dan ibu sama-sama tidak bisa hadir penuh, lalu siapa yang harus menjadi pengganti mereka berdua? Padahal, kehadiran itu sangat diperlukan anak, tak peduli berapapun umurnya, sebab proses pendidikan berlangsung selama masa perkembangannya, sejak kanak-kanak sampai dewasa.

Di samping itu, proses politik dalam sistem demokrasi seperti pemilihan umum dan pengambilan kebijakan publik yang dilaksanakan secara bebas dan terbuka dimaksudkan untuk membuat konflik seperti itu dapat dikelola dan diselesaikan secara beradab melalui badan legislatif dan yudikatif. Modernisasi politik merupakan perubahan politik secara complete, baik secara struktural maupun kultural, meski proses perubahan ini mengambil bentuk yang bervariasi, tidak sama antara satu negara dengan negara lainnya. Secara historis tahapan tentang perubahan ini dapat dibedakan antara tradisional, transisional dan fashionable, walaupun pentahapan seperti ini juga tidak terlepas dari kritik. Pada dasarnya perbedaan antara sistem tradisional dan trendy dapat dikatakan, jika sistem politik tradisional itu terutama bersifat askriptif dan partikularistik, maka sistem modern terutama bersifat orientasi pada prestasi (achievement-oriented) dan universalistik. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain sport, dan ponsel.

Namun kenyataan itu tidak akan mengurangi perasaan iri dan ketidakpuasan saat Anda melihat-lihat foto teman berlibur ke Eropa, belanja barang-barang bermerek, makan di tempat mewah, dan lain sebagainya. Pada akhirnya, akan selalu ada perasaan kurang dan tidak puas yang bersumber dari unggahan-unggahan di sosial media. Sosial media meghapus batasan-batasan manusia untuk bersosialisasi, batasan ruang maupun waktu, dengan media sosial ini manusia dimungkinkan untuk berkomunikasi satu sama lain dimanapun mereka bereda dan kapanpun, tidak peduli seberapa jauh jarak mereka, dan ttidak peduli siang atau pun malam. “Semakin banyak masyarakat yang mengetahui petunjuk isolasi mandiri, maka hal tersebut dapat membantu menaikkan angka kesembuhan dari Covid-19.

Jika sering muncul konten negatif, Anda harus mulai mencari tahu cara untuk menghapusnya dengan cepat. Menghilangkan konten negatif di Instagram ternyata menjadi downside serius untuk penggunanya. Ketiga, Beli Free Spin lanjutnya, apabila kontak erat, laporkan segera ke Puskesmas pastikan diri dites, berani, dan bertanggung jawab. Ketahui dengan pasti kondisi tubuh agar tidak menjadi sumber penularan yang tak diduga orang lain.

Pengalaman masa lalu ini kerap kali cukup mewarnai pola asuhan dan pendidikan anak. Akan tetapi sikap yang mampu mengantisipasi ke depan juga sangat penting, karena anak tidak akan hidup di masa lalu, tetapi menapak ke masa depan. Dengan demikian posisi pengalaman ketika menerima didikan dan asuhan orang tua di masa lalu hanyalah pantas sebagai acuan atau referensi, terutama dalam rangka mengembangkan empati agar komunikasinya bisa berjalan seperti yang diharapkan. Terapan pengalaman masa lalu ayah ibu, ketika dididik dan diasuh orang tuanya, perlu disesuaikan dengan kondisi dan situasi perkembangan jaman.